Nabi Ismail a.s.
Dan bacakanlah (wahai Muhammad) di dalam Kitab (Al-Quran) ini perihal Nabi Ismail; sesungguhnya ia adalah benar menepati janji dan adalah ia seorang Rasul, lagi berpangkat Nabi.
Dan (demikianlah pula) Nabi-nabi Ismail dan Idris serta Zul-Kifli; semuanya adalah dari orang-orang yang sabar.
Maka ketika anaknya itu sampai (ke peringkat umur yang membolehkan dia) berusaha bersama-sama dengannya, Nabi Ibrahim berkata: “Wahai anak kesayanganku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahawa aku akan menyembelihmu; maka fikirkanlah apa pendapatmu?”. Anaknya menjawab: “Wahai ayah, jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah, ayah akan mendapati daku dari orang-orang yang sabar”.
Setelah keduanya berserah bulat-bulat (menjunjung perintah Allah itu), dan Nabi Ibrahim merebahkan anaknya dengan meletakkan iringan mukanya di atas tompok tanah, (Kami sifatkan Ibrahim – dengan kesungguhan azamnya itu telah menjalankan perintah Kami),
Serta Kami menyerunya: “Wahai Ibrahim!
“Engkau telah menyempurnakan maksud mimpi yang engkau lihat itu”. Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan.
Sesungguhnya perintah ini adalah satu ujian yang nyata;
Dan Kami tebus anaknya itu dengan seekor binatang sembelihan yang besar (kibas);
